Akhir-akhir ini pemberitaan di sosial media manapun sungguh membuat saya drain energy. Setelah scrolling media sosial rasanya ada banyak tanya yang menetap di kepala, ada banyak perasaan aneh yang singgah. Marah, sedih, gelisah, sampai-sampai terbawa ke dalam mimpi.
Wah ini udah ngga sehat nih, begitu pikir saya.
Mulai dari berita poligaminya Insanul Fahmi, huru-hara Inaroh dan Mawa, sampai yang terakhir banget nih soal Aureli dan Bobi yang memilukan. Ternyata benar, tsunami info itu juga ngga baik untuk diri kita sendiri. Ada baiknya menepi sejenak, bersyukur atas nikmat Allah, menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, sampai stop sosmed untuk mengembalikan energi buruk tadi.
Saya mencoba membuka-buka materi yang kami pelajari di Mulazamah pekan lalu. Berharap dari sana akan tumbuh semangat dan menghilangkan perasaan gelisah dan malas yang menghampiri.
Kami mengkaji Surat Al Hasyr dan kebetulan ada satu ayat yang dibahas cukup lama oleh ustadz. Yaitu Al Hasyr ayat 24. Teman-teman bisa buka Al-Qurannya untuk membaca redaksi ayatnya yaa sebelum sampai ke tadabbur ayatnya sebagai berikut.
Kandungan dan Tadabbur Surat Al Hasyr Ayat 24
Dalam surat Al-Hasyr ayat 24 tersebut teman-teman bisa membaca dan mendengar betapa banyak asma Allah yang disebutkan dalam satu ayat. Bukan tanpa maksud, namun ada kandungan yang bisa kita renungi di sini :
- Semua nama Allah adalah sempurna dan mengandung sifat-sifat kemuliaan serta keagungan.
- Allah mencintai nama-namaNya, mencintai orang yang mencintai nama-namaNya, mencintai hambaNya yang berdoa dan memintaNya dengan nama-nama tersebut.
- Ini adalah motivasi untuk mengenal Allah melalui nama-namaNya yang indah.
- Mengingat dan menyebut nama-nama Allah adalah jalan untuk mengenal Allah, lebih dekat dan melembutkan hati.
Dalam ayat 24 ini terdapat sebuah kalimat : Yusabbikhu lahu maa fissamawaati wal ardh yang memiliki arti :
- Pengakuan seluruh alam, yaitu semua makhluk: manusia, malaikat, hewan, tumbuhan bahkan benda mati yang mengakui kebesaran dan kesempurnaan Allah dengan cara bertasbih.
- Tasbih mereka adalah bukti bahwa tidak ada sesuatu pun di alam ini yang berdiri sendiri. Semua bergantung pada Allah, memuji dan tunduk pada perintahNya. Baik perintah syar’i (aturan agama) maupun perintah Qadhari (perintah yang juga menjadi takdir alam semesta).
Adapun penutup ayat 24 dengan kalimat : wa huwal ‘aziizul hakiim.
Al Aziz dan Al Hakim memiliki makna :
- Al Aziz : Yang Maha Perkasa, tidak terkalahkan, dan tidak ada yang menandingi kekuasaanNya, yang mengalahkan semuanya.
- Al Hakim : Yang Maha Bijaksana, setiap ciptaan dan ketetapanNya memiliki hikmah dan kebaikan.
Gabungan dua nama ini menunjukkan keseimbangan sempurna antara kekuasaan dan kebijaksanaan. Apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang terjadi pasti mengandung hikmah yang mendalam. Termasuk segala persoalan yang akhir-akhir ini kita lihat di media sosial, juga persoalan-persoalan yang menghiasi hidup kita.
Tugas kita adalah mengungkap hikmah apa di balik semua itu?
Renungan Hidup dari Surat Al Hasyr
- Allah-lah arsitek kehidupan kita. Setiap detail takdir, suka dan duka ada;ah bagian dari rancangan Allah yang sempurna. Tidak ada yang kebetulan. Semua memiliki tempat dalam rancangan Allah. Bahkan satu daun yang jatuh sudah tertulis dalam Lauhil Mahfudz.
- Setiap makhluk adalah ayat atau tanda dari Allah. Kita melihat ke langit, laut, gunung, melihat diri sendiri, semuanya berbicara tentang kebesaran Sang Pencipta. Alam semesta dalam kitab terbuka yang setiap hurufnya menyebut Allah.
- Belajar mengenal Allah melalui nama-namaNya adalah ibadah hati yang tinggi. Karena kita akan semakin merasakan kehadiranNya dalam kehidupan sehari-hari.
- Jika Allah mencipta dengan bijak maka hidup kita pun pasti sarat makna. Tidak ada kesalahan dalam ciptaan Allah bahkan kegagalan hidup pun bisa menjadi bagian dari keindahan rencanaNya.
Tidak ada takdir yang buruk, yang buruk itu prasangka kita. Pasti ada hikmah untuk semua yang terjadi.
Sebuah nasihat yang akhirnya membuat hati ini lapang dan mengurangi rasa gelisah yaitu :
Hidup itu seperti air yang mengalir. Jangan dipikir, tapi direncanakan, diusahakan dan didoakan dengan hati yang selalu bergantung pada Allah.
Kalau hidup penuh dengan kekhawatiran, cemas yang tidak berdasar, juga prasangka yang menyibukkan, maka hati kita tidak akan tenang. Padahal, kita bisa lakukan hal lain yang lebih bermanfaat sambil bertawakkal pada Allah. Menyerahkan segala titipanNya setelah mengusahakan yang terbaik dengan maksimal.
Begitulah saya menghadapi huru-hara hidup akhir-akhir ini. Tentu saja jangan lupakan keutamaan membaca AlQuran serta salat malam agar hati lebih tenang dan tentram.
Saya jadi teringat juga dengan sebuah nasihat yang mengutip sebuah firman Allah : Kunci kehidupan yang bahagia itu hanya dua : laa khoufun alaihim wa laa hum yakhzanuun. Tidak takut dengan apa yang belum terjadi dan tidak bersedih dengan apa yang sudah terjadi.
Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantumu jadi lebih tenang menghadapi huru-hara kehidupan akhir zaman ini ya!