Kandungan Surat At-Tahrim Ayat 1 dan 2

Kandungan Surat At-Tahrim ayat 1 dan 2 ini punya sebab-sebab turunnya ayat (asbabun nuzul) karena Rasulullah saat itu tengah berada di rumah Zaenab (istri beliau). Namun istri-istri beliau yang lainnya cemburu karena Rasulullah kala itu “agak lama” di rumah Zaenab dari waktu yang sudah ditentukan dan disepakati bersama.

Istri-istri beliau, yakni Aisyah dan Hafshah kompak untuk “merajuk” dengan mengatakan bahwa Rasulullah mengeluarkan bau yang tak sedap dari mulutnya. Namun Rasulullah hanya mengatakan bahwa beliau minum madu di rumah Zainab. Karena Rasulullah sangat tidak suka disebut berbau tidak sedap, dan beliau tak pernah seperti itu. Rasulullah selalu wangi.

Pada akhirnya Rasulullah tahu bahwa Hafshah dan Aisyah cemburu. Maka Rasulullah pun bersumpah tidak akan mengulanginya lagi, dan juga tidak akan meminum madu untuk seterusnya.

Lalu dari sinilah turun ayat satu dan dua dari Surat At-Tahrim, karena Rasulullah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah baginya.

Meskipun asbabun nuzul turunnya surat At-Tahrim ayat 1 dan 2 tersebut ada perbedaan, namun kita ambil hikmahnya saja dengan memahami kandungan ayatnya ya.

Kandungan ayat 1 dan 2 ini saya tuliskan ulang dari hasil mulazamah Tafsir bersama dengan Gurunda Ustadz Abdullah Al Hadrami sebagai guru kami yang luar biasa. Semoga apa yang saya tuliskan di sini menjadi amal jariyah bagi guru kami dan juga saya sebagai muridnya yang ingin mengabadikan pelajaran penuh faedah ini, aamiin.

Kandungan Surat At-Tahrim Ayat 1 dan 2

kandungan surat at-tahrim

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِى مَرْضَاتَ أَزْوَٰجِكَ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

قَدْ فَرَضَ ٱللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَٰنِكُمْ ۚ وَٱللَّهُ مَوْلَىٰكُمْ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Kandungan Surat At-Tahrim Ayat 1

  • Ayat ini adalah teguran untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Nabi mengharamkan atas dirinya budak perempuannya yang bernama Mariyah Qibtiyah, yaitu ibunya Ibrahim, atau mengharamkan madu. Demi menjaga perasaan sebagian istrinya, lalu Allah menurunkan ayat-ayat ini sebagai teguran untuk beliau yang mengharamkan sesuatu yang halal.
  • Tema utama surat ini adalah agar seseorang tidak melakukan pelanggaran syariat dengan alasan untuk menyenangkan pihak lain.
  • Kehidupan Rasulullah secara keseluruhan adalah sempurna. Penuh keteladanan dan juga pelajaran. Sehingga tidak perlu ada yang ditutup-tutupi.
  • Ayat-ayat ini adalah di antara bukti bahwa Rasulullah telah menyampaikan semua risalah dari Allah. Walaupun yang berisi teguran untuknya, dan beliau tidak menyembunyikan sedikit pun.
  • Surat ini juga menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunya sifat dan perasaan yang sama seperti manusia lainnya.
  • Saling cemburu dan mencemburui di antara para istri adalah wajar dan manusiawi. Selama tidak melanggar aturan syariat.
  • Ayat ini adalah sanjungan untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena Allah tidak memanggil nama beliau. Akan tetapi memanggilnya dengan “Wahai Nabi”.
  • Hendaklah para suami waspada terhadap tipu daya para istri. Karena tipu daya mereka sangatlah besar.
  • Sejak dulu, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Kasih Sayang, yang mengampuni dosa sebesar dan sebanyak apapun jika seseorang bertaubat. Bahkan Allah memberikan kepadanya rahmat kasiha sayangnya.
  • Manusia terjerumus dalam dosa dan kesalahan adalah hal yang wajar. Yang penting segera bertaubat tanpa menunggu lama, demikian seterusnya.

Kandungan Surat At-Tahrim Ayat 2

  • Allah menetapkan syariat agar seseorang membatalkan sumpahnya, dengan membayar kafarat. Atau tebusan jika sumpah tersebut melanggar aturan syariat.
  • Kafarat atau tebusannya disebutkan oleh Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 89. Yaitu memberi makan orang miskin atau memberi pakaian mereka atau membebaskan budak. Memilih salah satu di antara ketiga kafarat tersebut adalah wajib. Jika tidak mampu ketiganya, maka kafarat berikutnya adalah dengan puasa selama 3 hari. Menurut madzhab Hanafi dan Hanbali, tiga hari tersebut boleh berturut-turut, boleh juga tidak.
  • Allah adalah pelindung kita yang selalu memperhatikan kita dan mengurusi kita dalam urusan agama dan dunia. Serta menyelamatkan kita dari berbagai keburukan. Di antaranya kita dianjurkan untuk membatalkan sumpah yang melanggar aturan syariat. Agar kita terbebas dari tanggungan dan juga keburukan.
  • Ayat ini ditutup dengan dua nama Allah, yang jika kita memahaminya dengan baik dan benar, pasti hidup kita akan tenang dan damai. Yaitu nama Allah Al-‘Alim Yang Maha Mengetahui dan ilmunya meliputi segala sesuatu yang tampak dan yang tidak tampak. Adapun Al-Hakim, Yang Maha Bijaksana Lagi Penuh Hikmah dalam semua syariatNya, keputusanNya dan takdirNya karena Allah Maha Mengetahui Yang Paling Tepat untuk maslahat kita dan yang paling sesuai dengan kondisi/keadaan kita.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat diambil ibrohnya ya, aamiin.

Leave a Comment

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)