Masya Allah Alhamdulillah kita dipertemukan dengan Ramadan lagi tahun ini, semoga tahun depan dan tahun-tahun berikutnya Allah jumpakan kita dengan Ramadan yaaa.
Kalau sudah datang Ramadan maka yang saya tunggu-tunggu sudah datang, yaitu serial SAF Original yang tahun ini mengangkat tema : Series Patah Hati, hehehe..
Nah episode pertama yang dibahas oleh Ustadz Salim A Fillah dan Ustadz Hamad kali ini adalah tentang Iblis.
Iblis seperti yang kita ketahui adalah tokoh antagonis, pihak yang salah dan jahat. Namun kita juga harus tahu mengapa Iblis memutuskan untuk menjadi tokoh antagonis dan termasuk kenapa dia berani untuk menentang Tuhannya?
Iblis hidup di alam yang apa-apa sudah jelas; kalau nikmat ya surga dan kalau yang menyakitkan ya neraka. Namun ketika ia salah, bukannya bertaubat ia malah meminta waktu pada Allah untuk menggoda manusia. Sepatah hati apakah Iblis hingga ia tak mau bertaubat?
Iblis dan Laknat Abadi
Ada satu hadist dalam Musnad Ahmad, diceritakan bahwa Iblis ini sebelum diciptakannya Adam, ia berasal dari golongan jin. Lalu ia menjadi jin yang sangat istimewa.
Adapun golongan jin sendiri sama seperti manusia, ada golongan yang taat ada juga yang tidak taat. Lalu iblis ini (ada yang meriwayatkan) yang namanya Azazil adalah jin yang sangat taat kepada Allah. Menekuni diri dalam ibadah pada Allah. Sampai-sampai dikatakan bahwa ia berdiri mengagungkan Allah selama 40.000 tahun, rukuk mengagungkan Allah selama 40.000 tahun, sujud mengagungkan Allah selama 40.000 tahun dan duduk mengagungkan Allah selama 40.000 tahun.
Jadi ia menjalani ibadah yang istimewa dan luar biasa jika dibandingkan dengan seluruh makhluk ciptaan Allah lainnya. Kalau malaikat memang diciptakan oleh Allah defaultnya memang taat, fitrahnya memang taat. Berbeda dengan golongan jin, ada potensi untuk durhaka dan taat, dan jin menunjukkan ketaatan yang nyaris tak ada bandingnya.
Oleh karena itulah Azazil ini diangkat ke alam malakut, yaitu alamnya malaikat yang hanya beribadah kepada Allah, sesuai dengan default-nya masing-masing.
Karena Azazil ini menunjukkan ketaatannya yang luar biasa, ia diangkat ke alam malakut ke tempat yang semakin kondusif untuknya. Akhirnya wajar bagi dia memiliki perasaan “betapa Allah sayang sama aku”. Ini pemikiran manusia. Karena tidak ada yang diangkat ke alam malakut selain dirinya, karena dengan kerelaannya inilah membawa keistimewaan yang ia rasakan.
Lalu keistimewaan ini terusik ketika Allah mulai menciptakan manusia, yang diciptakan dari tanah.
Sepatah Hati Apa Sih Iblis?
Allah hadirkan ke tengah-tengah malaikat dan memberitahukan keunggulannya: yaitu punya ilmu karena Allah ajarkan padanya.
Meskipun sebenarnya malaikat juga sempat punya pikiran negatif ketika Adam diciptakan. Karena Allah kemarin sudah menciptakan jin dari api di bumi, diprogram sama : punya pilihan untuk taat dan tidak. Lalu kemudian banyak dari mereka melakukan kerusakan dan pertumpahan darah di bumi. Kok ngga kapok? Begitu lah kira-kira perasaan malaikat kala itu.
Malaikat berpikir : Sudah ada kami yang selalu bertasbih Memuji Engkau dan Menyucikan Engkau ya Allah.
Lalu di situlah Allah menunjukkan keunggulan Adam alaihissalam dengan ilmu yang dimilikinya. Lalu seketika Allah perintahkan malaikat untuk bersujud pada Adam.
“Kamu lihat apa yang Aku ciptakan ini lebih unggul daripada kalian karena Aku berikan ilmu padanya.”
Lalu bersujudlah semua malaikat, kecuali satu, Iblis, yang merasa bukan malaikat dan merasa bukan kewajibannya untuk sujud pada Adam. Bagi Iblis ia lebih unggul.
Dari kisah Iblis inilah ada seorang ulama yang menekankan bahwa :
Kita sangat boleh merasa menjadi orang yang sangat disayang Allah, dan itu bukan perasaan yang salah. Yang salah adalah kalau ada yang lain yang lebih disayang Allah, kemudian kita dengki. Itu yang salah. Kemudian kita tidak terima dan tidak ridha, itu yang menjadi masalah.
Bentuk ketidakridhaan itu contohnya ada pada sikap Iblis. Poin yang perlu kita perhatikan seperti yang disebutkan dalam Al-Quran : kecuali Iblis ada dua hal yang disebutkan : Aba wastakbar. Dia pertama itu menolak perintah Allah dan yang kedua ia sombong.
Jadi kalau ada orang menolak kan alasannya macam-macam, mungkin dia tidak merasa itu bukan kewajibannya, dan lain-lain. Tapi yang menjadi penyebab ia menjadi kafir atau jalannya sudah terlalu jauh (dalam hal ini iblis) adalah ketika ia menyombongkan dirinya. Dan itu terungkap dalam kata-kata : “ana khoirun minhu” atau aku lebih baik dari dia.
Dalam bahasa Arab kesombongan disebut Kibr dan jika masih di dalam hati. Tapi ketika itu terucap atau terwujud dalam bentuk perilaku ia berubah menjadi istikbar atau takabbur. Biasanya kalau sudah seperti itu akan sulit untuk kembali.
Itu satu titik yang menjadi penyebab Iblis menjadi kafir.
Ditambah lagi Iblis juga Hasad, berusaha menjatuhkan orang yang dianggap lebih rendah darinya. Jadi motif utama Iblis adalah untuk membuktikan bahwa Adam itu tidak layak untuk diberi sujud oleh seluruh makhluk kala itu, dan Iblis membuktikan itu dengan usaha-usahanya untuk menggelincirkan Adam dan juga anak keturunannya.
Inilah yang membuat Iblis enggan memohon ampun atau bertaubat karena ketidakpatuhannya, karena ia akan membuktikan bahwa di dunia nantinya Adam akan jauh lebih jelek perbuatannya di bumi ketimbang Iblis, dan akan dibuktikan pula oleh Iblis bahwa anak keturunan Adam tidak layak untuk tinggal di dalam surga dan pasti masuk neraka.
Iblis yang beribadah selama itu, dan ia juga hidup terlebih dahulu, dia tahu dia salah, dia mengerti solusinya sebenarnya, hanya saja ia tidak memilih jalan itu. Saat diberi kesempatan pun untuk meminta sesuatu pada Allah, Iblis pun tidak mau meminta maaf, tapi ia meminta waktu agar jangan menghukumnya terlebih dahulu, meminta waktu sampai nanti hari kiamat.
Waktu ini akan dipergunakan Iblis untuk mendatangi Adam dan keturunannya dari depan, belakang, kanan, dan kiri dan akan ia buktikan bahwa Adam dan keturunannya memang tidak layak untuk tinggal di surga. Sepatah hati itu Iblis dengan Allah, karena merasa ia bukan lagi yang nomor satu makhluk yang paling disayang Allah. Sampai-sampai ia melawan PenciptaNya.
Ulama mengatakan bahwa ini juga adalah salah satu alasan kenapa dosa meninggalkan perintah itu lebih berbahaya daripada dosa melakukan yang dilarang. Nabi Adam kesalahannya adalah memakan buah yang dilarang, tapi kemudian ia bertaubat. Sedangkan Iblis kesalahannya adalah menolak perintah untuk bersujud pada Adam. Ditambah lagi sombong. Makanya kata para ulama, dosa meninggalkan salat dengan sengaja, apalagi kesombongan, digabung antara dosa mencuri, berzina, minum khamr, kalah besar dengan dosa meninggalkan salat.
Pesan Ustadz Salim A Fillah dalam episode pertama ini:
Kita bisa meminta punya keinginan, cita, dan ambisi untuk menjadi yang terbaik. Tapi ketika fakta menunjukkan bahwa ada yang lebih baik dari kita, maka jangan dengki, jangan patah hati, akui dengan obyektif, insya Allah kita akan selamat.
Semoga kita terhindar dari sifat sombong, takabur dan hasad ya teman-teman, aamiin. Ikuti juga series Perempuan Peradaban yang sudah saya rangkum dalam beberapa episode yaa!