Episode kali ini dari serangkaian 30 Kisah Patah Hati, Ustadz Salim A Fillah membahas tentang seorang pemuda yang dicap sebagai musuh Allah, yaitu Ikrimah bin Abu Jahal.
Ikrimah adalah nama khas bangsawan Quraisy. Secara nasab Ikrimah adalah bangsawan yang mapan, juga dikenal sebagai pemuda yang tangguh, cerdas dan salah satu penunggang kuda terbaik dari suku Quraisy.
Ikrimah punya sikap yang kokoh dan punya karakter yang kuat. Bahkan ketika Khalid bin Walid, sahabatnya, masuk Islam, Ikrimah tidak ikut dan bersumpah untuk melanjutkan perlawanan pada Rasulullah, sebagaimana yang dilakukan oleh Ayahnya.
Bahkan ketika terjadi Fathu Makkah, Ikrimah bersama Sofwan bin Umayyah serta beberapa tokoh pemuda Quraisy yang lain masih sempat melakukan perlawanan terhadap Rasulullah yang memasuki kota Makkah, meskipun akhirnya ia harus mundur dan melarikan diri ke Habasyah. Rasulullah juga memblacklist mereka, artinya Rasulullah memberikan pengampunan terhadap siapapun kecuali beberapa nama. Salah satu di antaranya adalah Ikrima, kalau mereka menemukan nama-nama tersebut berada di Mekkah maka boleh dibunuh di tempat. Karena mereka adalah penjahat perang.
Ketika Ikrimah melarikan diri, ada peran sosok perempuan yang luar biasa di baliknya, yaitu Ummu Hakim (yang juga menjadi sepupunya Ikrimah).
Peran Perempuan Tangguh : Ummu Hakim
Ummu Hakim juga dikenal sebagai perempuan yang tangguh. Ia memutuskan masuk Islam dan menghadap Rasulullah, serta memohon pada Rasulullah agar suaminya mendapatkan jaminan keamanan. Dan Rasulullah mengatakan, “aku jamin keamanan suamimu, tapi hadapkan ia padaku untuk bersyahadat.”
Ummu Hakim pun menyanggupi bahwa ia akan mengejar suaminya dan mengerahkan segalanya agar bisa membuat suaminya menghadap Rasulullah dan masuk Islam. Ia menempuh perjalanan berbahaya yaitu dari Mekkah ke Pelabuhan Aden untuk bisa sampai ke Habasyah.
Ummu Hakim bertemu dengan Ikrimah pada detik-detik ketika kapal akan berlayar. Ia memohon-mohon agar suaminya turun mengikutinya dan mau percaya bahwa Muhammad memang seorang Rasul yang mendapat wahyu dari Allah.
Namun kata Ikrimah :
“Bagaimana aku bisa melupakan apa yang mereka perbuat pada Ayahku? Bagaimana aku akan menghadap sementara aku adalah seorang penjahat yang akan mereka eksekusi mati?”
“Aku yang akan menjaminmu! Aku telah menyerahkan diri dan menjadikan diriku jaminan keamananmu. Demi Allah kita semua yang ada di Mekkah telah diampuni, tanpa ada satu pun yang menyakiti kami.” Kata Ummu Hakim.
Lalu Ikrimah pun turun karena dibujuk oleh istrinya dan berjumpalah ia dengan Rasulullah di Makkah.
“Wahai Muhammad perempuan ini mengatakan bahwa engkau telah menjamin keselamatanku.”
“Wahai Ikrimah apakah belum saatnya engkau mengakui bahwa aku adalah utusan Allah?”
Setelah menghela nafas, ia pun meng-iyakan dan mengucapkan syahadat. Di sinilah momen istrinya menangis tersedu-sedu. Karena akhirnya Ikrimah mendapatkan satu jaminan bahwa Ikrimah diampuni oleh Rasulullah, selamat, dan Ikrimah pun masuk ke dalam komunitas kaum Muslimin.
Namun di sana ia selalu mendapati hatinya selalu terganjal. Ia banyak mendengar nama ayahnya selalu disebut-sebut sebagai musuh Allah, sebagai Firaunnya umat ini. Mungkin itu benar, tapi hatinya terasa ngilu. Bagi orang Arab nasab adalah sesuatu yang sangat mulia dan harus dijaga. Jadi meskipun ia tahu Ayahnya adalah musuh Allah, namun ketika itu semua disebut di hadapannya, hatinya masih sangat sakit.
Sampai suatu ketika Rasulullah mendapati ekspresi wajah Ikrimah yang sakit hatinya. Akhirnya Rasulullah menyampaikan dengan tegas di depan umum agar tidak lagi menyebut-nyebut Abu Jahal.
Karena memang pada saat itu nama Abu Jahal selalu disebut ketika mereka sedang merasa sangat jengkel.
Mengambil Hikmah dari Ikrimah
Ikrimah punya rasa penyesalan yang mendalam, apalagi ia juga banyak terlibat dalam beberapa peperangan melawan Rasulullah. Hingga ia pun berkomitmen pada Rasulullah :
“Ya Rasulullah aku telah menghabiskan kekuatan dan senjataku untuk memusuhimu, maka aku akan dua kali lipat lebih lagi untuk membela Islam.”
Dan itu terbukti di beberapa perang. Termasuk pada perang Hunain dan banyak perang lain, Rasulullah memberinya tugas mulia. Bahkan hingga masa Umar bin Khattab ia juga mendapat tugas sebagai pengumpul zakat. Hingga ia juga bergabung pada perang Yarmuk bersama Khalid bin Walid.
Dalam perang Yarmuk ini, Ikrimah menjadi legenda yang luar biasa karena seorang anak Abu Jahal justru menjadi contoh yang kisahnya abadi dalam cerita tentang “Itsar” atau sikap saling mendahulukan di antara saudaranya yang lain.
Jadi saat perang Yarmuk (salah satu perang besar melawan Romawi dan banyak sahabat yang gugur di sana) ada 3 mujahid yang sama-sama terluka. Lalu ditawarkan pada mereka air, namun sahabat pertama yaitu Ikrimah menawarkan pada sahabat kedua, lalu sahabat kedua menawarkan pada sahabat ketiga, dan sahabat ketiga menawarkan lagi pada Ikrimah, namun Ikrimah sudah gugur. Begitu juga dengan 2 mujahid lainnya yang akhirnya gugur.
Inilah puncak Itsar yang masyhur itu, dari seorang Ikrimah, anak Abu Jahal musuh Allah.
Ini mungkin adalah salah satu bentuk penebusan Ikrimah tentang keseriusannya untuk membela Islam dengan sepenuh hati. Cara syahidnya ini juga adalah salah satu cara Allah untuk memuliakan Ikrimah serta memberikah hikmah sebagai penyeimbang dari kisah tentang Bapaknya yang semuanya tentang keburukan.
Pelajaran bagi kita bahwa seseorang yang lahir dari keluarga yang sangat memusuhi Allah dan Islam sebegitu dahsyatnya ketika tercelup dengan sibghahnya Allah, maka ia menjadi orang yang bisa mengukirkan sejarah baru, mengukir kebaikan yang tidak pernah dilupakan sampai akhir zaman.
Semoga artikel ini bermanfaat ya! Baca juga Kisah Patah Hati lainnya di sini yuk!